Home > Inspirasi, Peluang > Midin Muhidin, juragan lintah beromzet jutaan rupiah

Midin Muhidin, juragan lintah beromzet jutaan rupiah

Menjijikkan tapi menguntungkan. Begitulah slogan Midin Muhidin, pengusaha dari Depok, Jawa Barat, dalam mengibarkan usaha lintahnya. Di tangannya, binatang pengisap darah ini justru membawa berkah dan rezeki. Baru setahun lebih usahanya berjalan, ia sudah bisa mengantongi omzet hingga Rp 120 juta per bulan.

Sebelum memulai bisnis lintah, Midin Muhidin adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan perakitan pompa minyak dan gas dengan jabatan documen controller and HSE safety. Bosan menyandang status karyawan kantoran dengan rutinitas jam kantor dan penghasilan pas-pasan selama tujuh tahun, ia pun memutuskan untuk berwiraswasta.

Midin lantas meninggalkan pekerjaannya. “Dengan jam kerja yang fleksibel, membuat saya punya lebih banyak waktu luang bagi diri sendiri,” kata Midin.

Pria kelahiran 15 Juli 1972 ini kemudian berburu informasi mengenai komoditas yang paling menguntungkan untuk dibudidayakan. Sampai suatu ketika, Midin melihat peluang usaha lintah secara kebetulan.

Ceritanya, saat itu, dia mengantarkan orang tua angkatnya yang sakit stroke stadium tiga untuk terapi lintah di Depok. “Ajaib, setelah dua kali terapi, orang tua saya menunjukkan perubahan yang signifikan, hampir sembuh total dan bisa berjalan lagi,” ujar Midin. Sejak itu, ia mulai yakin khasiat terapi lintah.

Dari hasil ngobrol sana-sini dengan banyak terapis lintah, ternyata mereka selama ini kesulitan mencari binatang penyedot darah itu karena pemasoknya masih jarang. Apalagi yang membudidayakan sendiri. “Saya pikir, ini peluang bisnis yang sangat bagus,” kata Midin.

Akhirnya, Midin memulai usaha pada September 2009 dengan modal Rp 10 juta. Ia memakai dana ini untuk biaya renovasi lahan dan pembelian 500 indukan lintah seharga Rp 1,5 juta. Dia pun membangun badan usaha CV Enha Farm untuk peternakan lintahnya.

Beruntung, lahan budidaya lintah yang ia pakai seluas kurang dari satu hektare di daerah Limo, Depok milik saudaranya. Jadi, Midin tidak perlu membayar sewa. “Saya hanya menumpang lahan,” ungkap dia.

Namun, di awal-awal usaha, teman-temannya banyak meragukan keberhasilan budidaya lintah. “Bisnis lintah saat itu masih tergolong asing dan terapi lintah ketika itu juga belum banyak yang tahu,” imbuhnya.

Tetapi, Midin jalan terus sambil mempelajari manfaat lintah sebagai alat terapi dari bermacam referensi secara otodidak. Hasilnya, terapi lintah ternyata sudah sangat populer dalam dunia kedokteran di pelbagai negara, seperti Rusia, China, Jerman, dan Prancis. Bahkan, menurutnya, bangsa Mesir kuno sudah mempraktekkan pengobatan alami ini.

Fungsi lintah untuk mengisap darah kotor yang ada di dalam tubuh manusia. Itu sebabnya, terapi lintah bisa mengobati bermacam penyakit termasuk diabetes dan stroke. Saat lintah menyedot darah kotor, binatang tersebut juga melepas zat hirudinnya yang berfungsi sebagai antikoagulan yang dapat mencegah penggumpalan darah.

Tapi, tak sembarang lintah bisa dipakai untuk terapi. Hanya lintah jenis Hirudo medicinalis atau Hirudo spinalis yang bisa digunakan sebagai sarana terapi. Di Indonesia, lintah ini dikenal dengan nama lintah kerbau.

Lintah kerbau hanya hidup di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Makanya, negara-negara Barat selalu mencari lintah kerbau ke tiga negara tersebut dengan jumlah permintaan yang tinggi. “Thailand dan Malaysia sudah lebih dulu mengekspor lintah,” tutur Midin.

Menurut Midin, budidaya lintah cukup mudah lantaran tidak membutuhkan lahan yang luas. Biaya budidaya pun sangat murah. Ia bisa menampung sekitar 1.000 ekor lintah dalam satu bak berukuran 2×3 meter hanya dengan memberi pompa oksigen.

Air diganti setiap dua pekan sekali. Risiko paling besar hanya polutan seperti asap rokok yang mampu menimbulkan risiko kematian si lintah.

Pakan lintah antara lain belut hidup. Lintah menghisap darah belut saban dua pekan. Perhitungannya, 20.000 lintah butuh 4 kilogram belut yang harga sekilonya Rp 52.000.

Pembiakan hewan hermaprodit ini gampang saja, karena cepat berkembang biak. Alhasil, dua bulan pertama mengawali usaha, Midin sudah mendapatkan banyak lintah. Panen pertama, dia meraih omzet Rp 50 juta. Kini, dia meraup omzet sekitar Rp 120 juta setahun. Bersambung…

Sumber

——-:::Komentar:::——-

Menurut saya, usaha ini masih sangat potensial. Dmn supply masih lebih kecil dari demand, baik pasar lokal terlebih pasar ekspor. Ada celah lain yang mungkin bisa kita masuki selain budidaya dan pemasaran dalam bentuk hidup dan kering. Yaitu mengolah menjadi bahan baku. Baik itu berupa tepung atau produk turunan lain.  Bagaimana menurut Anda?

Pak Muhidin sendiri menawarkan program kerja sama. Mengingat beliau sudah punya jaringan pemasaran yang sangat baik. Kenapa tidak kita coba.

Website beliau di :  http://lintahindonesia.com/

atau kontak beliau:  Telp : 021 97655556 HP : 08176434677 (Midin Muhidin)

  1. July 8, 2011 at 7:30 am

    mas saya mau ngejual lintah ke mas sya mau ngejual lntah ke mas tpi gak prma di ankat sms gak prnah di jwab,lntah di kmpung sya bnyak sbentar sya cari sya mndapat 40 ekor sbesar ibu jri pnjag sbsar jngkal org dwasa tpi aku mau nanya mnyak lntah itu permanen gak.per botol hrga nya brpa ya tlong jwb imail sya

    • July 8, 2011 at 2:17 pm

      Mas Amin, seperti yang saya tulis tentang blog saya, ini sekedar arsip-arsip seputar dunia agrobisnis. Saya memang sedang tertarik ke bidang ini.
      Adapun artikel saya kumpulkan dari berbagai macam sumber (ada ditiap artikelnya).
      Demikian juga dengan artikel ini, saya sendiri belum pernah menghubungi beliau Mas Midin. Adanya informasi kontak beliau, harapan saya pihak2 yang membutuhkan bisa berhubungan langsung. Jadi mohon maaf saya tidak bisa menjawab apa yang Mas Amin sampaikan.

      Sekedar informasi, ada sebuah grup/milis di yahoo bernama Agromania, merupakan milis dengan jumlah anggota terbesar di Indonesia. Grup ini sangat dinamis.
      Silakan Mas Amin coba tawarkan ke sana, semoga bisa menjadi alternatif pemasaran bagi lintah Anda.

      berikut link agromania, keanggotaan terbuka dan gratis.

      http://groups.yahoo.com/group/agromania/

      Terima kasih atas kunjungannya, Teriring doang semoga masalah pemasaran Anda segera terselesaikan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: