Home > Handmade > Bejo Niki, obat rindu akan kampung halaman…

Bejo Niki, obat rindu akan kampung halaman…

Siapa yang tak kenal dengan kerupuk legendar, yang oleh sebagian lain disebutnya dengan nama kerupuk puli atau gendar. Kerupuk berbahan dasar beras  ini merupakan jenis makanan yang sudah sangat merakyat. Masih segar dalam ingatan saya, semasa anak-anak, ketika nasi di rumah berlebih maka sasaran berikutnya adalah dibuat nasi goreng atau kerupuk legendar oleh Ibu.

Cita rasa yang gurih dan khas gendar tak sulit membuat orang ketagihan untuk ngemil kerupuk legendar.  Rasa gurih dan khasnya berasal dari bahan makanan tambahan yang lazim di sebut obat legendar atau bleng. Obat legendar/bleng yang tradisional konon mengandung borax, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.  Beruntunglah ada pengganti yang jauh lebih aman, yaitu STTP. Lebih jelasnya bisa dibaca di sini.

Untuk anda yang berada tanah air, kerupuk puli/legendar ini tentu bukan sesuatu yang istimewa, dan dapat dengan mudah diperoleh. Tapi bagi mereka yang sedang berkelana di negeri orang tentu menjadi lain ceritanya,butuh sedikit perjuangan dan maharnya  lumayan mahal.

Setelah googling, dan tanya-tanya ke suhu kerupuk akhirnya gatalnya tangan terobati dengan berkreasi membuat kerupuk legendar sendiri. Olala, dan ternyata obat bleng STTP ini juga tersedia di toko Indonesia (toko yang menjajakan produk-produk Indonesia).

Pada dasarnya yang namanya masakan apapun, pasti banyak variasinya. Jadi kalau kita mencoba memasak, jangan khawatir rasanya akan berbeda, toh itu menjadi resep variasi baru kan?:) Termasuk juga kerupuk ini, bisa dibuat dari beras ataupun tepung terigu. Jangan bayangkan yang susah-susah, gampang kok membuatnya,  dengan peralatan dan bahan seadanya pun bisa jadi,  insyaAllah. Yang sudah lumayan sukses saya buat yang berbahan beras, jadi ini yang akan saya ceritakan. Yuk kita ikuti prosedurnya ::

Bahan yang diperlukan:

  1. Beras 3 cup
  2. Bawang putih 7 butir
  3. Ketumbar  (1 sdm)
  4. Garam (1 sdm)
  5. Baking soda (1/4 sdt – optional)
  6. Bleng (secukupnya – optional)
  7. Tepung tapioka ( 8 sdm – secukupnya)
  8. Air seperlunya

Untuk baking soda dan bleng optional.  kalau ingin lebih mengembang gunakan baking soda. Bleng juga optional. Penggunaan  bleng akan mempengaruhi tekstur dan rasa. Yaitu akan menjadi lebih renyah, ada gurih bleng dan juga hasil gorengan bisa lebih kering (tidak banyak mengandung minyak). Meskipun demikian, tanpa menggunakan blengpun insyaAllah enak.

Peralatan yang diperlukan:

  1. Rice cooker atau panci
  2. Pengaduk
  3. Cetakan (variatif – optional)
  4. Minyak goreng (sedikit )
  5. Kuas
  6. Wadah hasil cetakan

Pada umumnya pembuatan kerupuk dengan cara ditumbuk, nasi yang sudah dicampur dengan bleng dikukus kemudian ditumbuk sampai halus. Setelah adonan agak kering, dipotong-potong kemudian dijemur. Nah, yang saya lakukan ini tanpa melalui proses tumbuk menumbuk. Idenya sih sederhana saja, masak nasi sampai menjadi bubur, campur dengan bumbu, kemudian cetak (atau dipipihkan), seperti ini lho prosesnya:

  • Haluskan bumbu (bawang putih, ketumbar, garam, baking soda, dan bleng). Setelah semua halus dan tercampur rata, encerkan (tambahkan air secukupnya). Tujuan dari pengenceran ini adalah agar lebih mudah tercampur rata dengan adonan. Sisihkan.
  • Masak beras sampai menjadi bubur. Usahakan jangan sampai ada yang gosong, selama masak harus sering diaduk-aduk.  Untuk membuat bubur dengan rice cooker, usahakan posisi sakelar selalu dalam keadaan “ON”, gmn caranya? Diganjel saja hehe… Tapi anda perlu berhati-hati. Sekiranya rice cooker sudah terlalu panas, pindahkan ke “warm”  saja sementara.Nasi harus cukup benar menjadi bubur, nasi sudah hancur bukan lagi dalam bentuk butiran. Namun juga jangan terlalu matang (terlalu hancur) karena berakibat bubur tidak bisa liat (kenyal dan dan lengket) jika ditambahkan tepung tapioka.
  • Campurkan bumbu halus ke dalam bubur nasi, aduk rata.
  • Matikan rice cooker, biarkan adonan agak sedikit hangat, tambahkan tepung tapioka secara bertahap sambil diaduk-aduk. Penambahan tepung ke adonan yang terlalu panas berakibat tepung kurang bisa tercampur rata dan menggumpal. Tambahkan tepung tapioka ini, sampai adonan agak kenyal.
  • Setelah adonan menjadi hangat segera cetak adonan dan tempatkan dalam wadah.

  • Jemur kerupuk sampai kering. Pada kelembaban 30% kerupuk bisa kering dalam waktu 2 hari dengan cukup diangin-anginkan saja.
  • Final step, goreng menggunakan minyak yang cukup banyak dan api yang besar agar kerupuk dapat benar-benar mengembang.
  • Kakaknya final step, sikaaaat… kriyuk… kriyuk nyammm… renyah dan gurih

Untuk mencetak tidak harus dengan alat khusus kok. Di atas lantai pun bisa dilakukan, yang terpenting adalah permukaannya rata. Lapisi dengan plastik, olesi permukaannya dengan minyak. Letakkan adonan secukupnya, tutup dengan lembaran plastik yang telah diolesi minyak, kemudian pipihkan. Bisa dengan talenan, papan atau sejenisnya.

Sedangkan cetakan yang saya buat, semata agar bentuknya seragam dan mudah dalam proses menjemur dan pengemasannya.

Awalnya sih proyek kerupuk ini iseng belaka. Ternyata ada permintaan dari tetangga sebelah supaya dijual dan akhirnya mengorbit  deh di komunitas warga Indonesia😀. Dan agar lebih representatif akhirnya dipilih nama “bejo niki” sebagai identitasnya.

Yuk kita cicipi kerenyahan “bejo niki”, sementara dicicipi dengan mata saja ya hehehe…

Siapa tau suatu saat ada kesempatan “bejo niki” menyambangi meja makan anda🙂

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: